UMB Dapat Penghargaan Perguruan Tinggi Terbanyak Menyalurkan Tenaga Kerja ke Jepang

Penghargaan Atas Penyiapan SDM Calon Pekerja Migran Indonesia yang diberikan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan , Senin, 14 Juni 2021 yang diterima oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Indra Amanah, S.KM, M.Ph. mewakili Rektor Universitas Mega Buana.

Kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi dan perusahaan luar negeri, membuat nama Universitas Mega Buana (UMB) Palopo semakin dikenal. Alumninya pun dilirik. Yang menarik, ternyata kini sudah banyak bekerja di Jepang.

Nama UMB yang sudah dikenal baik di dalam maupun luar negeri, menjadi perhatian. Tak heran, penghargaan demi penghargaan pun diterima. Kali ini, kampus yang terletak di jantung Kota Palopo ini, mendapatkan penghargaan atas Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Calon Pekerja Migran Indonesia yang diberikan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan pada Senin, 14 Juni 2021.

Penghargaan ini, langsung diterima oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Indra Amanah, S.KM, M.Ph, mewakili Rektor Universitas Mega Buana DR. Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes.

Menurut Rektor Universitas Mega Buana DR. Hj. Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes. kepada Palopo Pos, Kamis, 17 Juni 2021, ada empat Perguruan Tinggi di Wilayah Sulawesi yang mendapatkan penghargaan dari BP2MI. Selain Universitas Mega Buana Palopo, juga Poltekes Kemenkes Makassar, UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Bosowa Makassar.

”Alhamdulillah di Wilayah Sulawesi Universitas Mega Buana Palopo berada pada peringkat kedua terbanyak menyalurkan tenaga Kerja Migran ke Jepang,” bebernya.

Menurutnya, UMB memiliki mitra kerjasama dengan perusahaan Jepang. Sehingga, mahasiswa tingkat akhir sebelum selesai sudah mengikuti proses rekruitment dan pelatihan untuk bekerja di Jepang.

UMB juga memiliki Rumah Sakit dan beberapa mitra. Sehingga, lanjutnya, lulusan UMB begitu selesai bisa langsung bekerja. Semua alumni UMB disiapkan untuk langsung terserap bekerja atau menjadi wirausaha.

Nilawati Uly melihat, ke depan kampus UMB makin maju. Karena didukung dosen-dosen muda dan enrgik lulusan perguruan tinggi ternama di Indonesia. Juga, didukung beberapa Profesor dari Unhas.

”Kami yakin, alumni UMB ke depan akan semakin dipercaya oleh mitra termasuk perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja karena didukung oleh dosen-dosen energik,” bebernya.

Atas penghargaan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Jasruddin, M.Si memberikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada Universitas Mega Buana. ”Saya kira ini merupakan capaian luar biasa. Mudah-mudahan UMB tetap eksis dan mampu menjawab tantangan zaman,” bebernya, Kamis, 17 Juni 2021.

Apresiasi yang disampaikan Prof Jasruddin tersebut tidak membuat Nilawati Uly besar kepala. Yang jelas, pihaknya memfokuskan bagaimana alumni UMB terserap di dunia kerja bukan hanya di dalam negeri tetapi di luar negeri.

Ia menyadari, kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri juga menjadi nilai tersendiri di mata mitra-mitra.

Seperti diketahui, UMB sendiri setelah berubah status dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes), 24 Agustus 2020 lalu langsung melakukan terobosan-terobosan.

Pada Februari 2021, kampus ini, membuka Fakultas Hukum. Ini, ditandai setelah Selasa, 16 Februari 2021, Universitas Mega Buana menerima Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 25/E/O/2021 tentang Izin penyatuan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Damarica ke Universitas Mega Buana Palopo yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Mega Buana. Keputusan ini ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

SK itu sendiri diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Prof. Dr. Jasruddin, M.Si. bersama Sekertaris LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Drs. Andi Lukman, M.Si. dan Kabag. Kelembagaan sistem informasi Munawir Zalsali Razak.

Adanya SK ini, UMB sudah memiliki tiga Fakultas. Yakni, Fakultas Kesehatan, terdiri dari Program Profesi Ners, Program Profesi Pendidikan Bidan, Program Sarjana (S1) Kebidanan, S1 Ilmu Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat. Program Magister (S2) Kesehatan Masyarakat.

Sementara Fakultas Bisnis yakni Program Sarjana (S1) Perdagangan Internasional, S1 Kewirausahaan. Sementara Fakultas Hukum, Program Sarjana (S1) Ilmu hukum.

”Semoga Universitas Mega Buana Palopo selalu memberikan manfaat dan membawa keberkahan untuk semua,” kunci Nilawati Uly

Leave a Reply