UMB Palopo Sukses Gelar ‘Bussiness Talk’

PALOPO–Fakultas Bisnis Universitas Mega Buana (UMB) Palopo sukses menggelar kegiatan bincang kewirausahaan yang dikemas dengan nama ‘BUSSINESS TALK’ bersama Mahasiswa, di lantai 3 kampus UMB jalan Andi Ahmad, Kamis 15 Desember 2022. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yakni Branch Manager (BM) Bank Sulselbar Cabang Utama Palopo, Supriyanto MBA CSA CFP, Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana, H.Rahim Munir,S.P.,M.M dan Dekan Fakultas Bisnis Arianto Dangkeng,S.E.,M.M.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan literasi dan motivasi mahasiswa dalam membangun usaha. Selain itu sebagai langkah awal yang dilakukan untuk membangun kemandirian ekonomi mahasiswa UMB Palopo yang kreatif melalui Inkubator Bisnis di UMB Palopo, dimana itu diharap bisa mempersiapkan calon calon enterpreneur muda di kampus ini.

Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana, H.Rahim Munir,S.P.,M.M

Arianto Dangkeng,S.E.,M.M diawal materi menjelaskan bahwa sebagai pengusaha pemula atau mahasiswa yang ingin terjun dalam dunia usaha butuh banyak referensi. Dan di era saat ini semakin baik dengan keterbukaan informasi peluang peluang pasar di sosial media, dibandingkan pada era sebelum internet berkembang dimana untuk memulai usaha butuh modal seperti lokasi yang harus strategis, sewa ruko yang tentu membutuhkan biaya yang besar. Nah di era saat ini produk tinggal di foto lalu apload ke sosial media untuk dipasarkan.

Branch Manager (BM) Bank Sulselbar Cabang Utama Palopo, Supriyanto MBA CSA CFP

Ia mengakui bahwa saat ini justru kreatifitas dan inspirasi banyak bermunculan dari sosial media misalnya Facebook, Instagram, utamanya Youtube. Menurutnya bahwa pengusaha pemula utamanya Mahasiswa ini mestinya menjemput peluang peluang tersebut memanfatkannnya dengan melakukan pemasaran produk atau mencari referensi untuk membuat produk lalu dipasarkan. “Peluang peluang tersebut sangat terbuka luas, sisa bagaimana mahasiswa memanfaatkannya,”katanya.

Dekan Fakultas Bisnis Universitas Mega Buana Palopo, Arianto Dangkeng,S.E.,M.M

Sementara itu, Supriyanto MBA CSA CFP mengajak peserta yang ingin memulai usaha dan berkembang itu juga harus memiliki literasi keuangan yang baik sebagai rujukan. Dan menurut Supriyanto, Literasi financial atau keuangan itu harus berbarengan dengan inklusi keuangan dimana masyarakat dan calon pengusaha bisa mengakses platform yang ada agar mudah mendapatkan produk produk keuangan tersebut. “Nah saat ini hampir semua penyedia jasa keuangan juga semakin inklusif dalam menyiapkan akses bagi nasabah utamanya para pengusaha pemula, dimana akses ini tidak hanya untuk masyarakat perkotaan saja namun di daerah pun demikian mudahnya mengakses,”katanya. Namun disamping itu harus melek terhadap produk produk jasa keuangan, itu juga sangat penting lantaran banyaknya pengaplikasian Financial Tekhnologi (Fintech), bahkan investasi bodong yang jika tidak memiliki literasi maka akan tejebak karna penawarannya yang menggiurkan. “Karena saat ini utamanya milenial banyak membeli produk keuangan yang mereka tidak faham dan akhirnya mengalami kerugian,”jelasnya.

Dan kepada mahasiswa ia berpesan, agar betul betul memahami literasi financial ini untuk kebutuhan dan kesejahteraan, karena pengelolaan keuangan, meski sedikit tapi dilakukan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik juga dibanding pendapatan yang besar namun tidak dikelola baik. “Kita memang harus memiliki pemahaman tentang produk investasi keuangan sehingga bisa memanage keuangannya secara lebih baik, karna kedepan bukan hanya terkait dengan berapa banyak yang kita hasilkan namun bagaimana memanage secara lebih baik,”katanya.

Namun literasi keuangan ini adalah kemampuan kita yang tentunya terkait dengan skill, knowledge dan confidence untuk membentuk sikap dan perilku untuk mempengaruhi kualitas kita dalam memanfaatkan instrumen keuangan yang berujung pada tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo, H.Rahim Munir,S.P.,M.M memberikan inspirasi kepada para peserta dengan mengajak mahasiswa untuk berani memulai dan melakukannya. Ia mengibaratkan proses untuk mencapai tujuan ini dengan orang yang sedang jatuh cinta, untuk mencapainya dengan berbagai upaya, “Bagaimana mendapatkan cinta seseorang itu harus dengan usaha agar bisa terwujud, dan jika jatuh cinta itu pasti akan berusaha, nah begitu juga dengan membangun usaha, harus jatuh cinta kepada usaha itu,”ungkapnya disambut aplaus peserta.

Ia juga menghadirkan tips dalam materinya dimana mahasiswa harus miliki motivasi, misalnya menjadi orang kaya menjadi orang sukses, memiliki usaha yang luas, dan sebagainya, nah itu kata pak Rahim Munir, sapaan akrabnya, tentu butuh jatuh cinta juga. Disamping hal itu, mahasiswa sebagai calon pengusaha pemula ini harus memiliki mindset atau pola pikir untuk menjadi seorang pengusaha. “Jangan berfikir untuk menjadi karyawan saja, namun lebih berfikir menjadi seorang enterpreneur karena banyak yang bisa dilakukan,”katanya. terlebih di Kota Palopo ini yang peluangnya memang sangat terbuka.

Pak Rahim Munir dikesempatan itu juga menyampaikan kepada peserta untuk belajar banyak hal seperti konsep ATM yakni Amati, Tiru lalu Modifikasi, dimana itu yang paling mudah dalam membuat usaha, ia mencontohkan dagangan bakso, yang dulunya berkuah, sekarang dibakar pakai kompor namun belum ada yang terlihat pakai arang atau dibungkus pakai daun. Dan ia mengingatkan dimana dilakukan inovasi terhadap produk maka akan hadir mindset baru terhadap produk yang kita buat tersebut kepada konsumen. “Jadi Enterpreneur itu cara berfikirnya seperti itu, yang sudah ada dibuat berbeda dengan melakukan inovasi inovasi dan lahir mindset baru,”tandasnya.(PR)

Leave a Reply