
Rektor Universitas Mega Buana Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA didapuk menjadi narasumber pada kegiatan Seminar Nasional yang berlangsung Institut Citra Internasional (ICI) Pangkalpinang, 17 Desember 2025.


Ia hadir bersama Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BPKB) Kemenkes RI, Prof. Asnawi Abdullah, S.KM, MHSM, MSc, PhD, Rektor Institut Citra Internasional, Dr. dr. H. Hendra Kusumajaya, M.Epid, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Prof. Kepulauan Bangka Belitung, dr. Hastuti,M.Sc.,Ka.Prodi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional, Ns. wijaya Fitri, M.Kep.
Guru Besar Program Studi Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat ini memberikan materi Peran AI dalam Intervensi Keperawatan Cerdas untuk Manajemen Penyakit Kronis yang memiliki sekaligus Tantangan untuk terus dikembangkan. Prof Nila, sapaan akrab Rektor dalam presentasinya memulai dengan bahasan mengapa? yakni tentang pemanfaatan kemajuan teknologi seperti pemanfaatan AI terkait intervensi keperawatan cerdas untuk manajemen penyakit kronis seperti Diabetes Melitus atau DM Type 2. “Mengapa kemandirian DM Penting Berbasis Ai? AI atau teknologi cerdas ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan pada penyakit kronis melalui pendekatan yang lebih prediktif, personal, dan berkelanjutan. Pemanfaatan AI memungkinkan tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk memberikan asuhan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,”ungkap Prof Nila.

Jika ini dikembangkan, maka selain prediksi risiko dan mencegah komplikasi kronik juga mengurangi Mengurangi biaya perawatan, meningkatkan kualitas hidup serta Meningkatkan kepatuhan terapi. Namun kata Prof Nila, pemanfaatan tekhnologi AI untuk kemandirian DM ini masih menyimpan sejumlah tantangan dalam pengembangannya khsusunya untuk kemandirian pasien, seperti pengetahuan pasien maupun tantangan psikologis, sosial ekonomi dan literasi digital. Meski demikian, bukan hal yang tidak mungkin untuk dikembangkan kedepan.

Pasalnya, saat ini telah hadir aplikasi kemandirian pasien dari sebuah luaran penelitian oleh tim Universitas Mega Buana Palopo. Sebuah aplikasi berbasis web khusus untuk pasien DM yang dinamakan aplikasi Kemandiri Q-life DMT2. “Kemandiri Q-Life DMT2 ini hasil riset yang kami lakukan. Berdasarkan data penelitian maka kita buatlah salah satu solusi dengan memanfaatkan teknologi berbasis web yang disebut Kemandiri Q-Life DMT2,”ucapnya.
melalui aplikasi ini, pasien diabetes melitus Tipe 2 dapat membangun kebiasaan positif, meningkatkan kepatuhan, serta menikmati kualitas hidup yang lebih baik secara berkelanjutan. Inovasi ini merupakan luaran hasil riset yang dapat membantu meningkatkan kemandirian pasien DM tipe 2 untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri, Membantu pasien menjaga kepatuhan dalam pengobatan dan gaya hidup sehat, memfasilitasi pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi pasien serta memberikan edukasi berbasis digital untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga. Aplikasi luaran riset ini memiliki sejumlah fitur utama yakni pengelolaan diet, manajemen stres, perawatan kaki, aktifitas fisik, kepatuhan minum obat serta pemantauan glukosa darah.

Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam di lingkungan pendidikan tinggi. Apalagi inovasi oleh perguruan tinggi bukan sebuah pilihan, sangat penting karena memiliki peran strategis dalam memastikan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) seperti misalnya di bidang keperawatan berjalan secara kompeten, etis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Karen itu ia berharap dunia pendidikan khususnya di bidang kesehatan terus memberikan edukasi berkelanjutan yang mudah dipahami dan sesuai konteks pasien. Ia juga mendorong penggunaan teknologi cerdas untuk pemantauan dan evaluasi mandiri pasien. melakukan pendekatan person-centered care, menyesuaikan intervensi dengan kondisi, preferensi, dan kebutuhan pasien. Menggunakan data digital sebagai dasar pengambilan keputusan klinis dan evaluasi perkembangan pasien.(*)