
Rektor Universitas Mega Buana (UMB) Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly.,S.Si.,Apt.,M.Kes.,CIPA menjadi narasumber pada kegiatan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Graha Unesa Universitas Negeri Surabaya, Rabu 19 November 2025.


Kegiatan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 ini dibuka langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Dikesempatan itu ia mengajak berbagai pihak untuk memajukan lembaga pendidikan tinggi, sehingga dapat melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Rektor, Prof Nila yang turut hadir dikesempatan itu menjadi satu-satunya pimpinan PTS yang didapuk sebagai pembicara atas undangan Dirjen Pendidikan Tinggi, dalam materinya mengungkapkan strategi kepemimpinan serta mimpi besar UMB Palopo dalam upaya memberikan dampak luas bagi masyarakat. Diketahui UMB Palopo bertransformasi lebih cepat di usia 16 tahun, dimulai dengan perguruan tinggi yang berbentuk stikes hingga menjadi sebuah universitas itu tidak lepas daripada model kepemimpian yang diterapkannya. “Ada 5 poin kunci pengembangan Universitas Mega Buana Palopo sejak mulai kami dirikan Yakni Good Intention & Integrity yakni Niat Baik, Integritas dan Loyalitas, Empathy & Charing Leadership (Kepedulian), Dedication & Professionalism (Kerja keras dan Ikhlas), Visionary & Innovative Mindset (Visiober, Kreatif dan Inivatif serta Humility & Gratitude (Rendah hati dan bersyukur,”tuturnya saat menyampaikan materi. 5 poin ini telah menjadi budaya dalam lingkungan sivitas akademika, bahkan masuk melalui kurikulum sebagai bagian daripada internalisasi mahasiswa

Dihadapan peserta Rektor Prof Nila juga menyampaikan proses internalisasi nilai-nilai yang diterapkan dimulai dari pimpinan, dosen dan pengelola untuk memberikan contoh yang baik. Bahkan proses kaderisasi atau mentoring dalam pembinaan dilakukan secara langsung untuk merawat dan menjaga nilai-nilai yang ada tersebut dimana pengelola dan dosen ini banyak diisi talenta-talenta muda. “5 Value UMB Palopo ini yelah menjadi budaya dalam pengembangan pendidikan tinggi sampai saat ini, dan alhamdulillah, UMB Palopo di usia 16 tahun telah mencetak 8.896 alumni dari tahun 2010 hingga 2025, dimana semua telah bekerja di dalam negeri hingga luar negeri,”ucapnya.

Selain menjadi pemateri, UMB Palopo juga dikesempatan ini memamerkan sejumlah inovasi dimana kegiatan itu berlangsung di Graha Unesa Universitas Negeri Surabaya.

Keikutsertaan UMB Palopo ini sebagai upaya mendukung dunia pendidikan tinggi di Indonesia lebih memperkuat ekosistem inovasi dan teknologi yang berdampak, serta meningkatkan sinergi antara dunia akademik dan dunia industri menuju pendidikan Excellent Innovation for Sustainable Future.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam pembukaan mengharapkan agar seluruh lembaga pendidikan tinggi tidak menjadi menara gading yang melepaskan eksistensinya dari dinamika masyarakat serta kebutuhan industri. Menurutnya Lembaga pendidikan tinggi harus menjadi pusat kolaborasi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan dunia industri, termasuk para pelaku UMKM, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lembaga pendidikan tinggi. “KPPTI 2025 adalah momentum kita bersama untuk memastikan perguruan tinggi Indonesia dapat berdiri sebagai fondasi kokoh untuk kemajuan Indonesia,” jelasnya.(*)