
Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Universitas Mega Buana Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui inisiasi mahasiswa angkatan kedua, sebuah kegiatan pengabdian masyarakat berskala lintas wilayah dilaksanakan dengan tema reflektif: “Cek-in Diri: Seberapa Tangguh Kalian?” yang berlangsung 6 Mei 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan menjangkau tiga titik lokasi sekaligus, yakni Toraja, Sumatera, dan Kota Palopo. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan,tim penyelenggara berupaya membedah isu kesehatan mental dengan cara membaca konteks budaya masing-masing daerah untuk merawat makna ketangguhan di tingkat akar rumput.
Hadir membuka kegiatan mewakili Rektor yakni Ketua Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Azniah, SKM., M.Kes menyampaikan Bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata penguatan ekosistem tridarma di Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat Universitas Mega Buana Palopo. “Kami mendorong agar riset mahasiswa doktoral tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi terintegrasi dengan pengabdian masyarakat dan menghasilkan dampak sosial yang terukur,”ucapnya
Bertindak sebagai narsumber yakni dr. Kristanty Randa Arung, S.H., M.Kes, Sp.KJ, FISQua serta Moderator: dr. Andi Hiswanah, S.H., M.KM
Berbeda dengan seminar pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada aksi nyata. Tim pelaksana melakukan screening kesehatan mental remaja sebagai langkah awal untuk memetakan situasi secara objektif. Hasil dari screening ini nantinya tidak hanya menjadi data statistik, tetapi akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari pengembangan Community-Based Intervention (Intervensi Berbasis Komunitas).
Yang menarik, aksi ini merupakan bagian dari integrasi riset payung salah satu mahasiswa doktoral. Hal ini menegaskan bahwa pengetahuan yang diproduksi di bangku perkuliahan harus mampu “hidup” dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Melalui program “Cek-in Diri”, diharapkan para remaja tidak lagi merasa sendirian dalam menghadapi tantangan mental mereka. Program ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan kesehatan masyarakat yang humanis dan berbasis riset dapat menjadi solusi efektif dalam membangun ketahanan generasi muda di masa depan.(*)