
Dalam rangka meningkatkan pemahaman stakeholder terhadap visi, misi, serta arah strategis pengembangan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Kedokteran Gigi serta Profesi, Fakultas Kedokteran Universitas Mega Buana Palopo menggelar Focus Group Discussion (FGD). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Kepala LLDikti Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Drs. Andi Lukman, (tautan tidak tersedia), Wakil Rektor III, Suandi, SKM., MPH, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Muhammad Ishaq Iskandar, M.Kes, MM, MH, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, (tautan tidak tersedia), MM. Selain itu, turut hadir sejumlah direktur rumah sakit, kepala puskesmas se-Kota Palopo, perwakilan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mega Buana Palopo, dosen, dan tenaga kependidikan lingkup Universitas Mega Buana Palopo. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid pada 19 April 2025 di Aula Lantai 6, Kampus II UMB Palopo.

Dekan Fakultas Kedokteran UMB Palopo, dr. Asty Amalia, M.Med.Educ, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi keunggulan program studi secara komprehensif, seperti inovasi kurikulum, capaian akademik, akreditasi, dan kolaborasi institusional. “Output yang ingin dicapai adalah adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh stakeholder mengenai arah dan kebijakan strategis Program Studi Sarjana Kedokteran, Kedokteran Gigi, Program Studi Profesi Dokter dan Dokter Gigi, serta keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh program studi tersebut,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan FGD ini, Fakultas Kedokteran UMB Palopo berupaya untuk menggali masukan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan guna memperkuat implementasi Renstra dan pengembangan program studi secara berkelanjutan. Fakultas ini juga berupaya membangun kolaborasi strategis antara program studi dengan stakeholder eksternal, seperti rumah sakit pendidikan, instansi pemerintah, organisasi profesi, serta sektor industri kesehatan. Selain itu, Fakultas Kedokteran UMB Palopo mendorong partisipasi aktif dan dukungan bersama dalam mewujudkan pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi yang unggul, relevan, serta berdampak positif bagi masyarakat luas.(*)