
Universitas Mega Buana Palopo kembali menghadirkan program berbasis aplikasi Android dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diperuntukkan bagi ibu hamil dan menyusui. Aplikasi ini disebut Mommy-Be atau singkatan dari “Mother Oriented Mental Health Monitoring System and Breastfeeding Evaluation”.

Hadirnya aplikasi ini sebagai solusi mHealth (mobile health) yang memfasilitasi pemantauan laktasi, tumbuh kembang bayi, dan screening potensi gangguan kesehatan mental untuk ibu menyusui.
Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan salah satu program yang didanai oleh Kemendikbudristek dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun 2025 yang berjudul “Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Aplikasi Mommy-Be; Model Inovasi untuk Klinik Pratama”. Menurut Ketua Tim Pelaksana, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, pada Selasa, 22 Juli 2025, ini sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam layanan ibu dan anak, melalui integrasi teknologi inovatif yang melahirkan kebermanfaatan. “Jadi penerapannya di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer diharapkan menjadi langkah strategis menuju pelayanan yang efisien, terintegrasi, dan ramah pengguna,” ucapnya.
Ditambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang bertujuan untuk hilirisasi produk teknologi hasil riset yang dilakukan oleh dosen dan universitas selaku institusi akademik ke berbagai masyarakat sasaran dengan bermitra bersama beberapa pusat layanan kesehatan primer di Kota Palopo.
Sebelumnya, pada 15 Juli 2025, telah dilakukan kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Mega Buana Palopo dan diikuti oleh tenaga kesehatan, bidan, dan pengelola pelayanan ibu dan anak dari Klinik Sehat Zamzam selaku mitra. Tim Universitas Mega Buana Palopo terdiri dari Penanggung Jawab: Prof. Dr. Azniah Syam, SKM, M.Kes; Ketua: Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly; dan Anggota: Abdul Malik, S.Kom., M.Cs., Dr. Lina Fitriani, M.Keb, dan Dr. Imelda Iskandar, M.Keb.
Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi aplikasi Mommy-Be, simulasi dan pelatihan penggunaan aplikasi, evaluasi, dan observasi. Mereka akan melakukan kegiatan selanjutnya dengan memberikan pendampingan lanjutan selama 3 bulan implementasi awal, pengembangan fitur dashboard untuk petugas, pengumpulan umpan balik pengguna untuk pengembangan versi berikutnya, serta pembuatan panduan SOP penggunaan Mommy-Be di Klinik Pratama. Dengan demikian, pelaksanaan program bisa maksimal dan masyarakat lebih memahami layanan Mommy-Be sebagai inovasi komprehensif yang bakal menjadi layanan unggulan di Klinik Sehat Zam-Zam selaku mitra kegiatan.(*)